Kami segenap admin @infoplk/Informasi Palangka Raya menyampaikan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh
korban musibah, baik itu korban meninggal maupun luka-luka, saat
kecelakaan kapal cepat di kawasan Taman Nasional Sungai Sebangau,
Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin, 09/03/2020.
Kami berdoa untuk keluarga yang ditinggalkan semoga
diberi kesabaran dan ketabahan serta mendapat kekuatan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Bagi
korban luka semoga lekas pulih dan dapat beraktivitas seperti sediakala.
Sebagaimana diketahui bersama, musibah kecelakaan atau tabrakan antara kapal cepat milik TNI/Paspampres dan kapal cepat milik Taman Nasional Sebangau mengakibatkan 7 orang meninggal dunia. Korban jiwa dari TNI adalah Dandim 1011 Kuala Kapuas Letkol Kav. Bambang Kristianto Bawono, S.I.P. Sedangkan enam korban meninggal lainnya merupakan karyawan dari Taman Nasional Sebangau.
Kecelakaan ini terjadi saat pihak TNI/Paspampres sedang melakukan peninjauan pengamanan rute rencana kunjungan VVIP Raja dan Ratu Belanda yang dijadwalkan berkunjung ke Palangka Raya tanggal 11-13 Maret. Namun akibat kejadian ini, rencana kunjungan Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Belanda Maxima Zorreguieta Cerruti dibatalkan.
Tampilkan postingan dengan label kalimantantengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kalimantantengah. Tampilkan semua postingan
Selasa, 10 Maret 2020
Jumat, 23 Agustus 2019
Tugu Dewan Nasional Saksi Bisu Kalteng Calon Ibu Kota
Sejarah tentang tugu ini ada di dalam buku berjudul Kronik Kalimantan (ditulis oleh Nila Riwut) dan pernyataan dari almarhum Prof. Dr. Roeslan Abdulgani yang saat itu menjadi Wakil Dewan Nasional dan menjadi atasan Gubernur Kalteng Tjilik Riwut. Pernyataan dalam bentuk video tersebut diabadikan oleh cucu Tjilik Riwut, Clara Anindita.
Penetapan calon ibu kota ditetapkan dalam sebuah rapat atau kongres Dewan Nasional yang diketuai oleh Presiden Soekarno. Tjilik Riwut yang saat itu adalah Gubernur Kalteng menjadi salah satu anggota Dewan Nasional (bahkan mewakili Kalimantan). Dengan membawa data-data dan peta sebagai pelengkap, Tjilik Riwut mengusulkan agar ibu kota harus dipindahkan ke luar Jakarta. Selain karena Jakarta sudah banyak diisi oleh kepentingan asing, juga karena Kalteng berada persis di tengah-tengah Indonesia dan tidak akan diganggu oleh kekuatan-kekuatan luar. Gagasan dari Tjilik Riwut ini langsung diterima oleh seluruh anggota Dewan Nasional dan sepakat Kalteng akan menjadi ibu kota.
Kemudian Bung Karno membentuk panitia untuk menindaklanjuti usulan tersebut. Presiden Soekarno juga memerintahkan Prof. Roeslan Abdulgani untuk meresmikan Tugu Dewan Nasional sebagai penanda kesepakatan. Tugu tersebut dibangun di Jl. Tangkiling Km 2,5 yang kini posisinya ada di halaman Museum Balanga Jl. Tjilik Riwut, Palangka Raya.
Dirangkum dari berbagai sumber: Nila Riwut, Esau A. Tambang, Kalteng Pos, dan Tabengan Online.
Rabu, 10 Juli 2019
Gubernur Kalimantan Tengah Periode 1984-1989 Wafat
Kami menghaturkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya
Bapak KRTH Gatot Amrih, SH pada hari ini Rabu, 10 Juli 2019 di
Semarang, Jawa Tengah. Semoga keluarga besar yang ditinggalkan diberi
kesabaran dan ketabahan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Bapak Gatot Amrih merupakan Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah periode 1984-1989. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini lahir di Magelang, Jawa Tengah, 19 Mei 1936 silam.
Almarhum berpulang di usia 83 tahun. Almarhum dimakamkan di Pemakaman Ngendo (Mangkunegaran), Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah.
Selamat jalan, Pak Gatot Amrih.
Bapak Gatot Amrih merupakan Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah periode 1984-1989. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini lahir di Magelang, Jawa Tengah, 19 Mei 1936 silam.
Almarhum berpulang di usia 83 tahun. Almarhum dimakamkan di Pemakaman Ngendo (Mangkunegaran), Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah.
Selamat jalan, Pak Gatot Amrih.
Selasa, 26 Februari 2019
Gubernur Kalimantan Tengah Kedua Ir. Reinout Sylvanus Wafat
Kami segenap admin @infoplk menghaturkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak Ir. Reinout Sylvanus
pada hari ini Senin, 25 Februari 2019 di RS PGI Cikini Jakarta. Semoga
keluarga besar yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan dari
TYME.
Bapak Ir. Reinout Sylvanus merupakan Gubernur kedua provinsi Kalimantan Tengah periode 1967-1978. Ia berasal dari Suku Dayak Ngaju-Ot Danum dan merupakan keturunan dari Damang Batu tokoh yang mempersatukan seluruh suku Dayak di Kalimantan dalam rapat besar Tumbang Anoi. Tutup usia dalam usia 90 tahun 10 bulan setelah sebelumnya dirawat akibat mengidap sakit gangguan pernafasan dan batuk berdahak di RS PGI Cikini Jakarta.
Info yang diperoleh, jenazah Bapak Ir. Reinout Sylvanus akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang Palangka Raya pada hari Rabu, 27 Februari 2019 secara militer.
Bapak Ir. Reinout Sylvanus merupakan Gubernur kedua provinsi Kalimantan Tengah periode 1967-1978. Ia berasal dari Suku Dayak Ngaju-Ot Danum dan merupakan keturunan dari Damang Batu tokoh yang mempersatukan seluruh suku Dayak di Kalimantan dalam rapat besar Tumbang Anoi. Tutup usia dalam usia 90 tahun 10 bulan setelah sebelumnya dirawat akibat mengidap sakit gangguan pernafasan dan batuk berdahak di RS PGI Cikini Jakarta.
Info yang diperoleh, jenazah Bapak Ir. Reinout Sylvanus akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang Palangka Raya pada hari Rabu, 27 Februari 2019 secara militer.
Rabu, 23 Mei 2018
Dirgahayu ke-61 Provinsi Kalimantan Tengah
Pada mulanya, wilayah Kalimantan Tengah masuk dalam wilayah Karesidenan Kalimantan Selatan. Kemudian atas aspirasi masyarakat Kalimantan Tengah, berdasarkan UU Darurat No. 10 tahun 1957 yang berlaku mulai tanggal 23 Mei 1957 terbentuklah Provinsi Otonom Kalimantan Tengah.
Undang-undang ini kemudian disahkan dengan UU No. 21 tahun 1958 yang sekaligus juga menetapkan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah bernama Palangka Raya.
Peresmian pemancangan tiang pertama pembangunan Kota Palangka Raya dilakukan oleh Presiden RI pertama Ir. Soekarno pada tanggal 17 Juli 1957. Tanggal 23 Mei 1957 ini kemudian ditetapkan menjadi tanggal lahir atau tanggal terbentuknya Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam perkembangannya, pada masa kepemimpinan Gubernur Asmawi Agani, pada tanggal 2 Juli 2002 di Jakarta dilakukan peresmian pemekaran Kabupaten baru di Provinsi Kalimantan Tengah oleh Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno. Berdasarkan UU No. 5 tahun 2002, Provinsi Kalimantan Tengah yang semula terdiri dari 5 Kabupaten dan 1 Kota dimekarkan menjadi 13 Kabupaten dan 1 Kota.
Selamat hari jadi, Kalimantan Tengah! Isen Mulang!
Undang-undang ini kemudian disahkan dengan UU No. 21 tahun 1958 yang sekaligus juga menetapkan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah bernama Palangka Raya.
Peresmian pemancangan tiang pertama pembangunan Kota Palangka Raya dilakukan oleh Presiden RI pertama Ir. Soekarno pada tanggal 17 Juli 1957. Tanggal 23 Mei 1957 ini kemudian ditetapkan menjadi tanggal lahir atau tanggal terbentuknya Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam perkembangannya, pada masa kepemimpinan Gubernur Asmawi Agani, pada tanggal 2 Juli 2002 di Jakarta dilakukan peresmian pemekaran Kabupaten baru di Provinsi Kalimantan Tengah oleh Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno. Berdasarkan UU No. 5 tahun 2002, Provinsi Kalimantan Tengah yang semula terdiri dari 5 Kabupaten dan 1 Kota dimekarkan menjadi 13 Kabupaten dan 1 Kota.
Selamat hari jadi, Kalimantan Tengah! Isen Mulang!
Langganan:
Postingan (Atom)




