Selasa, 27 Agustus 2019

Kalimantan Timur Terpilih Sebagai Lokasi Ibu Kota Baru RI

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, akhirnya mengumumkan lokasi ibu kota baru pada hari Senin. 26 Agustus 2019, di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Lokasi tersebut berada di Provinsi Kalimantan Timur. Tepatnya di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara. Daerah tersebut dipilih setelah pemerintah melakukan kajian-kajian mendalam, terutama dalam tiga tahun terakhir.

Saat konferensi pers, Jokowi menjelaskan kenapa ibu kota harus pindah. Ia mengatakan bahwa Jakarta saat ini menyangga beban yang sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa. Bahkan, sebagai lokasi bandar udara dan pelabuhan laut terbesar di Indonesia. Kemacetan lalu lintas yang sudah terlanjur parah, polusi udara dan air kota Jakata tersebut harus segera ditangani. 

Jokowi juga menambahkan bahwa pemindahan ini bukan berarti kesalahan ada pada Pemprov DKI Jakarta. Ini murni karena besarnya beban yang diberikan perekonomian Indonesia kepada Pulau Jawa dan kepada Jakarta. Kesenjangan ekonomi antara Jawa dan luar Jawa yang terus meningkat, meski sejak 2001 sudah dilakukan otonomi daerah. Selain itu, beban Pulau Jawa juga semakin berat. Penduduknya sudah 150 juta atau 54 persen dari total penduduk Indonesia, dan 58 persen PDB ekonomi Indonesia itu ada di Pulau Jawa. Sehingga tidak bisa terus menerus membiarkan beban Jakarta dan beban Pulau Jawa yang semakin berat itu.

Lantas, bagaimana nasib kota Jakarta? Jakarta akan tetap menjadi prioritas pembangunan. Jakarta terus dikembangkan menjadi kota bisnis, kota keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa berskala regional dan global.

Jumat, 23 Agustus 2019

Tugu Dewan Nasional Saksi Bisu Kalteng Calon Ibu Kota

Bisa dibilang jejak sejarah Kalteng sebagai lokasi ibu kota Indonesia tidak hanya berupa Tugu Pemancangan Tiang Pertama Pembangunan Kota Palangka Raya oleh Presiden Soekarno di Jl. S. Parman itu saja. Tetapi juga dibuktikan dengan keberadaan Tugu Dewan Nasional yang bisa dijumpai di halaman Museum Balanga Jl. Tjilik Riwut Km 2,5 Palangka Raya. Tugu ini memiliki tinggi kurang lebih 5 meter dengan maskot sebuah guci. Tugu inilah yang menjadi gagasan awal pembangunan calon ibu kota masa depan oleh Soekarno.

Sejarah tentang tugu ini ada di dalam buku berjudul Kronik Kalimantan (ditulis oleh Nila Riwut) dan pernyataan dari almarhum Prof. Dr. Roeslan Abdulgani yang saat itu menjadi Wakil Dewan Nasional dan menjadi atasan Gubernur Kalteng Tjilik Riwut. Pernyataan dalam bentuk video tersebut diabadikan oleh cucu Tjilik Riwut, Clara Anindita.

Penetapan calon ibu kota ditetapkan dalam sebuah rapat atau kongres Dewan Nasional yang diketuai oleh Presiden Soekarno. Tjilik Riwut yang saat itu adalah Gubernur Kalteng menjadi salah satu anggota Dewan Nasional (bahkan mewakili Kalimantan). Dengan membawa data-data dan peta sebagai pelengkap, Tjilik Riwut mengusulkan agar ibu kota harus dipindahkan ke luar Jakarta. Selain karena Jakarta sudah banyak diisi oleh kepentingan asing, juga karena Kalteng  berada persis di tengah-tengah Indonesia dan tidak akan diganggu oleh kekuatan-kekuatan luar. Gagasan dari Tjilik Riwut ini langsung diterima oleh seluruh anggota Dewan Nasional dan sepakat Kalteng akan menjadi ibu kota.

Kemudian Bung Karno membentuk panitia untuk menindaklanjuti usulan tersebut. Presiden Soekarno juga memerintahkan Prof. Roeslan Abdulgani untuk meresmikan Tugu Dewan Nasional sebagai penanda kesepakatan. Tugu tersebut dibangun di Jl. Tangkiling Km 2,5 yang kini posisinya ada di halaman Museum Balanga Jl. Tjilik Riwut, Palangka Raya.

Dirangkum dari berbagai sumber: Nila Riwut, Esau A. Tambang, Kalteng Pos, dan Tabengan Online.

Senin, 12 Agustus 2019

Viral 2 Siswi SMA Temukan Obat Kanker Payudara dari Herba Tradisional Dayak

Media sosial belakangan ini dihebohkan oleh prestasi 2 siswi SMAN 2 Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Keduanya meneliti herba tradisional Suku Dayak untuk obati kanker payudara.

Dua putri dari tanah Dayak tersebut berhasil mencetak prestasi yang membanggakan bagi Indonesia di mata dunia. Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri sukses memperkenalkan obat tradisional yang mampu menyembuhkan penyakit tumor ganas, yaitu kanker payudara, di kompetisi internasional.

Dikutip dari Official Account Indonesian Young Scientist Association (IYSA), Aysa dan Anggina sebelumnya telah mengikuti lomba Youth National Science Fair 2019 (YNSF) di Universitas Pendidikan Bandung (UPI).

Setelah lolos menjadi salah satu pemenang di perlombaan YNSF, keduanya dikirim sebagai perwakilan dari Indonesia untuk mengikuti World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan pada 25-27 Juli 2019 lalu.

Kedua siswi dari SMAN 2 Kota Palangka Raya ini berhasil meraih Gold Medals dalam ajang WICO melalui obat kanker yang dihasilkan dari tanaman alami. Tamanan yang mereka perkenalkan dalam ajang tersebut adalah Akar Bajakah Tunggal yang berasal dari tanah Kalimantan Tengah.

Diberitakan detikHealth sebelumnya, kanker payudara terjadi akibat pertumbuhan sel-sel dibagian payudara secara abnormal dan tidak terkendali. Sel tersebut akan membelah dengan waktu yang sangat cepat dan berkumpul untuk membentuk sebuah benjolan. Pada akhirnya, sel tersebut akan menyebar ke bagian organ tubuh lainnya.

Sayangnya, saat dihubungi detikHealth, Aysa maupun Anggina masih belum berkenan untuk diwawancara. Demikian juga dengan guru pembimbing mereka, Helita, mengaku belum memiliki waktu untuk menjawab pertanyaan seputar prestasi kedua siswi bimbingannya tersebut.

"Maaf, untuk sementara ini kami lagi padat, Mbak," kata Helita.

Sumber: Detik

Kamis, 18 Juli 2019

Admin @infoplk Bagikan Masker N95 Gratis

Dikarenakan udara Kota Palangka Raya yang semakin tidak kondusif (terlihat kabut asap tipis dan bau yang menyengat), sore tadi (Kamis, 18/7/2019) sekitar pukul 16.15 WIB, admin @infoplk, yakni Anthony Sinaga, mengadakan giat membagikan 800 buah masker N95 gratis kepada warga Kota Palangka Raya yang melintasi Jalan Yos Sudarso (persis di depan Pos Polisi Bundaran Besar), Palangka Raya. Dalam kesempatan ini admin @infoplk turut menggandeng kawan-kawan dari ICI Palangka Raya dan Emergency Response Palangka Raya untuk membagikan masker. Warga ternyata cukup antusias dengan pembagian masker ini. Dalam waktu kurang lebih 15 menit, semua masker yang ada telah habis dibagikan.

Terima kasih atas bantuan dari kawan-kawan, rekan, dan bapak-bapak kepolisian (yang turut membantu kelancaran lalu lintas). Semoga kegiatan bagi masker ini dapat bermanfaat.


Diimbau kepada kita semua untuk peduli dengan alam sekitarnya. Stop bakar hutan dan lahan! Jangan biarkan kejadian karhutla tahun 2015 terulang kembali. Karena selain menguras tenaga, waktu, dan materi, juga memberikan dampak negatif pada kesehatan dan kehidupan masyarakat serta lingkungan.

Rabu, 10 Juli 2019

Gubernur Kalimantan Tengah Periode 1984-1989 Wafat

Kami menghaturkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak KRTH Gatot Amrih, SH pada hari ini Rabu, 10 Juli 2019 di Semarang, Jawa Tengah. Semoga keluarga besar yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Bapak Gatot Amrih merupakan Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah periode 1984-1989. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini lahir di Magelang, Jawa Tengah, 19 Mei 1936 silam.

Almarhum berpulang di usia 83 tahun. Almarhum dimakamkan di Pemakaman Ngendo (Mangkunegaran), Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah.

Selamat jalan, Pak Gatot Amrih.