Selasa, 10 Maret 2020

Turut Berdukacita Atas Musibah di Taman Nasional Sebangau

Kami segenap admin @infoplk/Informasi Palangka Raya menyampaikan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh korban musibah, baik itu korban meninggal maupun luka-luka, saat kecelakaan kapal cepat di kawasan Taman Nasional Sungai Sebangau, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin, 09/03/2020.

Kami berdoa untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kesabaran dan ketabahan serta mendapat kekuatan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Bagi korban luka semoga lekas pulih dan dapat beraktivitas seperti sediakala.

Sebagaimana diketahui bersama, musibah kecelakaan atau tabrakan antara kapal cepat milik TNI/Paspampres dan kapal cepat milik Taman Nasional Sebangau mengakibatkan 7 orang meninggal dunia. Korban jiwa dari TNI adalah Dandim 1011 Kuala Kapuas Letkol Kav. Bambang Kristianto Bawono, S.I.P. Sedangkan enam korban meninggal lainnya merupakan karyawan dari Taman Nasional Sebangau.

Kecelakaan ini terjadi saat pihak TNI/Paspampres sedang melakukan peninjauan pengamanan rute rencana kunjungan VVIP Raja dan Ratu Belanda yang dijadwalkan berkunjung ke Palangka Raya tanggal 11-13 Maret. Namun akibat kejadian ini, rencana kunjungan Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Belanda Maxima Zorreguieta Cerruti dibatalkan.

Senin, 17 Februari 2020

Sensus Penduduk 2020 Online

Halo, kawan-kawan. Sensus Penduduk Online 2020 sudah dimulai sejak tanggal 15 Februari hingga 31 Maret 2020 mendatang. Yuk, silakan langsung mengisi dengan mengunjungi alamat website http://sensus.bps.go.id

Baru saja kami melakukan pengisian Sensus Penduduk Online 2020. Selain mudah dimengerti, ternyata gampang sekali untuk mengisinya kok. Palingan cuma menghabiskan waktu sekitar 5-10 menit saja. Yang terpenting sebelum melakukan pengisian, harap persiapkan dulu NIK/KTP, Nomor KK, dan Akta Nikah khusus bagi yang sudah menikah.

Bagi kawan-kawan yang tidak bisa mengisi (mungkin NIK dan Nomor KK belum masuk sistem), atau tidak sempat karena tidak memiliki waktu, jangan khawatir. Sebab Petugas Sensus Penduduk akan mendatangi rumah-rumah dan melakukan wawancara pada bulan Juli 2020 nanti.

Mari kita berpartisipasi membantu pemerintah untuk mendapatkan data kependudukan yang akurat dan mutakhir sehingga pengambilan kebijakan terkait kependudukan dan perencanaan pembangunan akan lebih baik.

Salam.

Kamis, 10 Oktober 2019

Selamat Jalan Bapak Imanuel Nuhan

Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Imanuel Nuhan yang merupakan salah satu penerjun pertama Indonesia (TNI AU). Beliau meninggal pada hari Rabu, 9 Oktober 2019 kemarin dalam usia 95 tahun. Dan akan dikebumikan pada hari Sabtu, 12 Oktober 2019 di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang, Palangka Raya.

Seperti yang disebutkan tadi, Bapak Imanuel Nuhan tercatat sebagai penerjun pertama Indonesia, yang sukses melakukan aksinya pada tanggal 17 Oktober 1947 silam di Desa Sambi, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Peristiwa heroik ini merupakan operasi penerjunan pertama sekaligus operasi lintas udara pertama yang dilakukan oleh TNI serta menandai lahirnya Satuan Tempur Darat Matra Udara yang dimiliki TNI AU saat ini. Tanggal penerjunan pertama yakni 17 Oktober 1945 akhirnya dijadikan sebagai hari jadi Korps Pasukan Khas Angkatan Udara atau biasa dikenal dengan Paskhas.

Bapak Imanuel Nuhan adalah putra Dayak asli berasal dari daerah DAS Kahayan, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Selamat jalan pahlawan kami. Terima kasih atas segala jasa dan perjuanganmu.

Selasa, 27 Agustus 2019

Kalimantan Timur Terpilih Sebagai Lokasi Ibu Kota Baru RI

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, akhirnya mengumumkan lokasi ibu kota baru pada hari Senin, 26 Agustus 2019, di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Lokasi tersebut berada di Provinsi Kalimantan Timur. Tepatnya di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara. Daerah tersebut dipilih setelah pemerintah melakukan kajian-kajian mendalam, terutama dalam tiga tahun terakhir.

Saat konferensi pers, Jokowi menjelaskan kenapa ibu kota harus pindah. Ia mengatakan bahwa Jakarta saat ini menyangga beban yang sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa. Bahkan, sebagai lokasi bandar udara dan pelabuhan laut terbesar di Indonesia. Kemacetan lalu lintas yang sudah terlanjur parah, polusi udara dan air kota Jakata tersebut harus segera ditangani.

Jokowi juga menambahkan bahwa pemindahan ini bukan berarti kesalahan ada pada Pemprov DKI Jakarta. Ini murni karena besarnya beban yang diberikan perekonomian Indonesia kepada Pulau Jawa dan kepada Jakarta. Kesenjangan ekonomi antara Jawa dan luar Jawa yang terus meningkat, meski sejak 2001 sudah dilakukan otonomi daerah. Selain itu, beban Pulau Jawa juga semakin berat. Penduduknya sudah 150 juta atau 54 persen dari total penduduk Indonesia, dan 58 persen PDB ekonomi Indonesia itu ada di Pulau Jawa. Sehingga tidak bisa terus menerus membiarkan beban Jakarta dan beban Pulau Jawa yang semakin berat itu.

Lantas, bagaimana nasib kota Jakarta? Jakarta akan tetap menjadi prioritas pembangunan. Jakarta terus dikembangkan menjadi kota bisnis, kota keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa berskala regional dan global.

Jumat, 23 Agustus 2019

Tugu Dewan Nasional Saksi Bisu Kalteng Calon Ibu Kota

Bisa dibilang jejak sejarah Kalteng sebagai lokasi ibu kota Indonesia tidak hanya berupa Tugu Pemancangan Tiang Pertama Pembangunan Kota Palangka Raya oleh Presiden Soekarno di Jl. S. Parman itu saja. Tetapi juga dibuktikan dengan keberadaan Tugu Dewan Nasional yang bisa dijumpai di halaman Museum Balanga Jl. Tjilik Riwut Km 2,5 Palangka Raya. Tugu ini memiliki tinggi kurang lebih 5 meter dengan maskot sebuah guci. Tugu inilah yang menjadi gagasan awal pembangunan calon ibu kota masa depan oleh Soekarno.

Sejarah tentang tugu ini ada di dalam buku berjudul Kronik Kalimantan (ditulis oleh Nila Riwut) dan pernyataan dari almarhum Prof. Dr. Roeslan Abdulgani yang saat itu menjadi Wakil Dewan Nasional dan menjadi atasan Gubernur Kalteng Tjilik Riwut. Pernyataan dalam bentuk video tersebut diabadikan oleh cucu Tjilik Riwut, Clara Anindita.

Penetapan calon ibu kota ditetapkan dalam sebuah rapat atau kongres Dewan Nasional yang diketuai oleh Presiden Soekarno. Tjilik Riwut yang saat itu adalah Gubernur Kalteng menjadi salah satu anggota Dewan Nasional (bahkan mewakili Kalimantan). Dengan membawa data-data dan peta sebagai pelengkap, Tjilik Riwut mengusulkan agar ibu kota harus dipindahkan ke luar Jakarta. Selain karena Jakarta sudah banyak diisi oleh kepentingan asing, juga karena Kalteng  berada persis di tengah-tengah Indonesia dan tidak akan diganggu oleh kekuatan-kekuatan luar. Gagasan dari Tjilik Riwut ini langsung diterima oleh seluruh anggota Dewan Nasional dan sepakat Kalteng akan menjadi ibu kota.

Kemudian Bung Karno membentuk panitia untuk menindaklanjuti usulan tersebut. Presiden Soekarno juga memerintahkan Prof. Roeslan Abdulgani untuk meresmikan Tugu Dewan Nasional sebagai penanda kesepakatan. Tugu tersebut dibangun di Jl. Tangkiling Km 2,5 yang kini posisinya ada di halaman Museum Balanga Jl. Tjilik Riwut, Palangka Raya.

Dirangkum dari berbagai sumber: Nila Riwut, Esau A. Tambang, Kalteng Pos, dan Tabengan Online.