Jumat, 23 Agustus 2019

Tugu Dewan Nasional Saksi Bisu Kalteng Calon Ibu Kota

Bisa dibilang jejak sejarah Kalteng sebagai lokasi ibu kota Indonesia tidak hanya berupa Tugu Pemancangan Tiang Pertama Pembangunan Kota Palangka Raya oleh Presiden Soekarno di Jl. S. Parman itu saja. Tetapi juga dibuktikan dengan keberadaan Tugu Dewan Nasional yang bisa dijumpai di halaman Museum Balanga Jl. Tjilik Riwut Km 2,5 Palangka Raya. Tugu ini memiliki tinggi kurang lebih 5 meter dengan maskot sebuah guci. Tugu inilah yang menjadi gagasan awal pembangunan calon ibu kota masa depan oleh Soekarno.

Sejarah tentang tugu ini ada di dalam buku berjudul Kronik Kalimantan (ditulis oleh Nila Riwut) dan pernyataan dari almarhum Prof. Dr. Roeslan Abdulgani yang saat itu menjadi Wakil Dewan Nasional dan menjadi atasan Gubernur Kalteng Tjilik Riwut. Pernyataan dalam bentuk video tersebut diabadikan oleh cucu Tjilik Riwut, Clara Anindita.

Penetapan calon ibu kota ditetapkan dalam sebuah rapat atau kongres Dewan Nasional yang diketuai oleh Presiden Soekarno. Tjilik Riwut yang saat itu adalah Gubernur Kalteng menjadi salah satu anggota Dewan Nasional (bahkan mewakili Kalimantan). Dengan membawa data-data dan peta sebagai pelengkap, Tjilik Riwut mengusulkan agar ibu kota harus dipindahkan ke luar Jakarta. Selain karena Jakarta sudah banyak diisi oleh kepentingan asing, juga karena Kalteng  berada persis di tengah-tengah Indonesia dan tidak akan diganggu oleh kekuatan-kekuatan luar. Gagasan dari Tjilik Riwut ini langsung diterima oleh seluruh anggota Dewan Nasional dan sepakat Kalteng akan menjadi ibu kota.

Kemudian Bung Karno membentuk panitia untuk menindaklanjuti usulan tersebut. Presiden Soekarno juga memerintahkan Prof. Roeslan Abdulgani untuk meresmikan Tugu Dewan Nasional sebagai penanda kesepakatan. Tugu tersebut dibangun di Jl. Tangkiling Km 2,5 yang kini posisinya ada di halaman Museum Balanga Jl. Tjilik Riwut, Palangka Raya.

Dirangkum dari berbagai sumber: Nila Riwut, Esau A. Tambang, Kalteng Pos, dan Tabengan Online.

Senin, 12 Agustus 2019

Viral 2 Siswi SMA Temukan Obat Kanker Payudara dari Herba Tradisional Dayak

Media sosial belakangan ini dihebohkan oleh prestasi 2 siswi SMAN 2 Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Keduanya meneliti herba tradisional Suku Dayak untuk obati kanker payudara.

Dua putri dari tanah Dayak tersebut berhasil mencetak prestasi yang membanggakan bagi Indonesia di mata dunia. Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri sukses memperkenalkan obat tradisional yang mampu menyembuhkan penyakit tumor ganas, yaitu kanker payudara, di kompetisi internasional.

Dikutip dari Official Account Indonesian Young Scientist Association (IYSA), Aysa dan Anggina sebelumnya telah mengikuti lomba Youth National Science Fair 2019 (YNSF) di Universitas Pendidikan Bandung (UPI).

Setelah lolos menjadi salah satu pemenang di perlombaan YNSF, keduanya dikirim sebagai perwakilan dari Indonesia untuk mengikuti World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan pada 25-27 Juli 2019 lalu.

Kedua siswi dari SMAN 2 Kota Palangka Raya ini berhasil meraih Gold Medals dalam ajang WICO melalui obat kanker yang dihasilkan dari tanaman alami. Tamanan yang mereka perkenalkan dalam ajang tersebut adalah Akar Bajakah Tunggal yang berasal dari tanah Kalimantan Tengah.

Diberitakan detikHealth sebelumnya, kanker payudara terjadi akibat pertumbuhan sel-sel dibagian payudara secara abnormal dan tidak terkendali. Sel tersebut akan membelah dengan waktu yang sangat cepat dan berkumpul untuk membentuk sebuah benjolan. Pada akhirnya, sel tersebut akan menyebar ke bagian organ tubuh lainnya.

Sayangnya, saat dihubungi detikHealth, Aysa maupun Anggina masih belum berkenan untuk diwawancara. Demikian juga dengan guru pembimbing mereka, Helita, mengaku belum memiliki waktu untuk menjawab pertanyaan seputar prestasi kedua siswi bimbingannya tersebut.

"Maaf, untuk sementara ini kami lagi padat, Mbak," kata Helita.

Sumber: Detik

Kamis, 18 Juli 2019

Admin @infoplk Bagikan Masker N95 Gratis

Dikarenakan udara Kota Palangka Raya yang semakin tidak kondusif (terlihat kabut asap tipis dan bau yang menyengat), sore tadi (Kamis, 18/7/2019) sekitar pukul 16.15 WIB, admin @infoplk, yakni Anthony Sinaga, mengadakan giat membagikan 800 buah masker N95 gratis kepada warga Kota Palangka Raya yang melintasi Jalan Yos Sudarso (persis di depan Pos Polisi Bundaran Besar), Palangka Raya. Dalam kesempatan ini admin @infoplk turut menggandeng kawan-kawan dari ICI Palangka Raya dan Emergency Response Palangka Raya untuk membagikan masker. Warga ternyata cukup antusias dengan pembagian masker ini. Dalam waktu kurang lebih 15 menit, semua masker yang ada telah habis dibagikan.

Terima kasih atas bantuan dari kawan-kawan, rekan, dan bapak-bapak kepolisian (yang turut membantu kelancaran lalu lintas). Semoga kegiatan bagi masker ini dapat bermanfaat.


Diimbau kepada kita semua untuk peduli dengan alam sekitarnya. Stop bakar hutan dan lahan! Jangan biarkan kejadian karhutla tahun 2015 terulang kembali. Karena selain menguras tenaga, waktu, dan materi, juga memberikan dampak negatif pada kesehatan dan kehidupan masyarakat serta lingkungan.

Rabu, 10 Juli 2019

Gubernur Kalimantan Tengah Periode 1984-1989 Wafat

Kami menghaturkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak KRTH Gatot Amrih, SH pada hari ini Rabu, 10 Juli 2019 di Semarang, Jawa Tengah. Semoga keluarga besar yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Bapak Gatot Amrih merupakan Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah periode 1984-1989. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini lahir di Magelang, Jawa Tengah, 19 Mei 1936 silam.

Almarhum berpulang di usia 83 tahun. Almarhum dimakamkan di Pemakaman Ngendo (Mangkunegaran), Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah.

Selamat jalan, Pak Gatot Amrih.

Minggu, 23 Juni 2019

Barito Utara Kembali Pertahankan Gelar Juara Umum FBIM 2019

Kontingen Barito Utara berhasil mempertahankan juara umum untuk kedua kalinya Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) yang merupakan rangkaian Hari Jadi ke-62 Kalimantan Tengah 2019 secara resmi telah berakhir dengan ditandai pemukulan gendang oleh Wakil Gubernur  Kalimantan Tengah, Habib Ismail bin Yahya pada acara penutupan di Bundaran Besar Palangka Raya, Sabtu malam.

Barito Utara meraih juara umum setelah mengungguli utusan 13 kabupaten dan satu kota se-Kalteng yakni 8 juara pertama pada lomba maneweng manetek kayu, lagu daerah putra, lagu daerah putri, manyipet putri, dayung putri, dayung putra, besei kambe putri, dan hambayang/bagasing.

Kemudian Juara II ada satu lomba yakni lomba balogo putra dan  Juara III (dua lomba) pada lomba tari pesisir dan besei kambe putra serta  Juara Harapan I pada dua lomba yakni lomba mangenta dan balogo putri.

Pada FBIM tahun ini Juara II diraih oleh Kontingen Kota Palangka Raya dan Juara III diraih oleh Barito Selatan.

Ketua tim kontingen H Arbaidi mengatakan bahwa Kontingen Barito Utara saat ini mampu memberikan prestasi sebagai juara umum terbaik yang kedua kalinya diajang FBIM, dimana pada 2018 lalu Barito Utara juga meraih juara umum di ajang yang sama di Kabupaten Kapuas.

"Ini semua terjadi selain kerja keras dan totalitas peserta kontingen serta adanya dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Barito Utara sehingga Barito Utara mampu mempertahankan prestasi," kata Arbaidi yang juga Kepala Dinas kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Barito Utara ini.

Bupati Barito Utara H Nadalsyah merasa bangga dan mengapresiasi atas raihan prestasi gemilang kontingen Barito Utara dalam gelaran FBIM.

Nadalsyah juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat maupun turut serta memberikan dukungan kepada kontingen Barito Utara, sehingga dapat kembali mempertahankan gelar juara umum untuk yang kedua kalinya seperti yang diharapkan oleh seluruh warga masyarakat Barito Utara.

"Ini adalah berkat kerja keras semua pihak, khusunya para kontingen  yang tekun berlatih," ungkapnya. Mempertahankan juara umum adalah sesuatu yang lebih sulit dibanding meraihnya, tantangan yang dihadapi lebih kompleks.

"Namun, dengan semangat Iya Mulik Bengkang Turan dan kerja keras serta kerja ikhlas, Alhamdulillah kita bisa mempertahankan juara umum," kata Nadalsyah.

Diharapkan, ajang FBIM sebagai wahana memperkenalkan ragam budaya masyarakat khususnya Barito Utara dan sekaligus promosi destinasi wisata dan produk ekonomi kreatif yang ada di Barito Utara. Sehingga dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun manca negara.

Selain hal tersebut, FBIM juga menjadi ajang menjalin tali silaturahmi baik antar sesama kontingen maupun antar kontingen.

"Mari bersama kita manfaatkan ajang FBIM untuk kemajuan Bumi Isen Mulang dan khususnya Bumi Iya Mulik Bengkang Turan, sehingga budaya dan tadisi kita lebih dapat dikenal secara luas," ujar  Nadalsyah.

Acara penutupan FBIM dihadiri oleh unsur FKPD Kalimantan Tengahdan juga dihadiri Sekretaris Daerah H Jainal Abidin, Wakil Ketua I DPRD Hj Mery Rukaini, dan Kepala Bapedda Litbang Muhlis.

Sumber: Antara Kalteng