Selasa, 27 Agustus 2019

Kalimantan Timur Terpilih Sebagai Lokasi Ibu Kota Baru RI

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, akhirnya mengumumkan lokasi ibu kota baru pada hari Senin. 26 Agustus 2019, di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Lokasi tersebut berada di Provinsi Kalimantan Timur. Tepatnya di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara. Daerah tersebut dipilih setelah pemerintah melakukan kajian-kajian mendalam, terutama dalam tiga tahun terakhir.

Saat konferensi pers, Jokowi menjelaskan kenapa ibu kota harus pindah. Ia mengatakan bahwa Jakarta saat ini menyangga beban yang sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa. Bahkan, sebagai lokasi bandar udara dan pelabuhan laut terbesar di Indonesia. Kemacetan lalu lintas yang sudah terlanjur parah, polusi udara dan air kota Jakata tersebut harus segera ditangani. 

Jokowi juga menambahkan bahwa pemindahan ini bukan berarti kesalahan ada pada Pemprov DKI Jakarta. Ini murni karena besarnya beban yang diberikan perekonomian Indonesia kepada Pulau Jawa dan kepada Jakarta. Kesenjangan ekonomi antara Jawa dan luar Jawa yang terus meningkat, meski sejak 2001 sudah dilakukan otonomi daerah. Selain itu, beban Pulau Jawa juga semakin berat. Penduduknya sudah 150 juta atau 54 persen dari total penduduk Indonesia, dan 58 persen PDB ekonomi Indonesia itu ada di Pulau Jawa. Sehingga tidak bisa terus menerus membiarkan beban Jakarta dan beban Pulau Jawa yang semakin berat itu.

Lantas, bagaimana nasib kota Jakarta? Jakarta akan tetap menjadi prioritas pembangunan. Jakarta terus dikembangkan menjadi kota bisnis, kota keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa berskala regional dan global.

Jumat, 23 Agustus 2019

Tugu Dewan Nasional Saksi Bisu Kalteng Calon Ibu Kota

Bisa dibilang jejak sejarah Kalteng sebagai lokasi ibu kota Indonesia tidak hanya berupa Tugu Pemancangan Tiang Pertama Pembangunan Kota Palangka Raya oleh Presiden Soekarno di Jl. S. Parman itu saja. Tetapi juga dibuktikan dengan keberadaan Tugu Dewan Nasional yang bisa dijumpai di halaman Museum Balanga Jl. Tjilik Riwut Km 2,5 Palangka Raya. Tugu ini memiliki tinggi kurang lebih 5 meter dengan maskot sebuah guci. Tugu inilah yang menjadi gagasan awal pembangunan calon ibu kota masa depan oleh Soekarno.

Sejarah tentang tugu ini ada di dalam buku berjudul Kronik Kalimantan (ditulis oleh Nila Riwut) dan pernyataan dari almarhum Prof. Dr. Roeslan Abdulgani yang saat itu menjadi Wakil Dewan Nasional dan menjadi atasan Gubernur Kalteng Tjilik Riwut. Pernyataan dalam bentuk video tersebut diabadikan oleh cucu Tjilik Riwut, Clara Anindita.

Penetapan calon ibu kota ditetapkan dalam sebuah rapat atau kongres Dewan Nasional yang diketuai oleh Presiden Soekarno. Tjilik Riwut yang saat itu adalah Gubernur Kalteng menjadi salah satu anggota Dewan Nasional (bahkan mewakili Kalimantan). Dengan membawa data-data dan peta sebagai pelengkap, Tjilik Riwut mengusulkan agar ibu kota harus dipindahkan ke luar Jakarta. Selain karena Jakarta sudah banyak diisi oleh kepentingan asing, juga karena Kalteng  berada persis di tengah-tengah Indonesia dan tidak akan diganggu oleh kekuatan-kekuatan luar. Gagasan dari Tjilik Riwut ini langsung diterima oleh seluruh anggota Dewan Nasional dan sepakat Kalteng akan menjadi ibu kota.

Kemudian Bung Karno membentuk panitia untuk menindaklanjuti usulan tersebut. Presiden Soekarno juga memerintahkan Prof. Roeslan Abdulgani untuk meresmikan Tugu Dewan Nasional sebagai penanda kesepakatan. Tugu tersebut dibangun di Jl. Tangkiling Km 2,5 yang kini posisinya ada di halaman Museum Balanga Jl. Tjilik Riwut, Palangka Raya.

Dirangkum dari berbagai sumber: Nila Riwut, Esau A. Tambang, Kalteng Pos, dan Tabengan Online.

Senin, 12 Agustus 2019

Viral 2 Siswi SMA Temukan Obat Kanker Payudara dari Herba Tradisional Dayak

Media sosial belakangan ini dihebohkan oleh prestasi 2 siswi SMAN 2 Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Keduanya meneliti herba tradisional Suku Dayak untuk obati kanker payudara.

Dua putri dari tanah Dayak tersebut berhasil mencetak prestasi yang membanggakan bagi Indonesia di mata dunia. Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri sukses memperkenalkan obat tradisional yang mampu menyembuhkan penyakit tumor ganas, yaitu kanker payudara, di kompetisi internasional.

Dikutip dari Official Account Indonesian Young Scientist Association (IYSA), Aysa dan Anggina sebelumnya telah mengikuti lomba Youth National Science Fair 2019 (YNSF) di Universitas Pendidikan Bandung (UPI).

Setelah lolos menjadi salah satu pemenang di perlombaan YNSF, keduanya dikirim sebagai perwakilan dari Indonesia untuk mengikuti World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan pada 25-27 Juli 2019 lalu.

Kedua siswi dari SMAN 2 Kota Palangka Raya ini berhasil meraih Gold Medals dalam ajang WICO melalui obat kanker yang dihasilkan dari tanaman alami. Tamanan yang mereka perkenalkan dalam ajang tersebut adalah Akar Bajakah Tunggal yang berasal dari tanah Kalimantan Tengah.

Diberitakan detikHealth sebelumnya, kanker payudara terjadi akibat pertumbuhan sel-sel dibagian payudara secara abnormal dan tidak terkendali. Sel tersebut akan membelah dengan waktu yang sangat cepat dan berkumpul untuk membentuk sebuah benjolan. Pada akhirnya, sel tersebut akan menyebar ke bagian organ tubuh lainnya.

Sayangnya, saat dihubungi detikHealth, Aysa maupun Anggina masih belum berkenan untuk diwawancara. Demikian juga dengan guru pembimbing mereka, Helita, mengaku belum memiliki waktu untuk menjawab pertanyaan seputar prestasi kedua siswi bimbingannya tersebut.

"Maaf, untuk sementara ini kami lagi padat, Mbak," kata Helita.

Sumber: Detik

Kamis, 18 Juli 2019

Admin @infoplk Bagikan Masker N95 Gratis

Dikarenakan udara Kota Palangka Raya yang semakin tidak kondusif (terlihat kabut asap tipis dan bau yang menyengat), sore tadi (Kamis, 18/7/2019) sekitar pukul 16.15 WIB, admin @infoplk, yakni Anthony Sinaga, mengadakan giat membagikan 800 buah masker N95 gratis kepada warga Kota Palangka Raya yang melintasi Jalan Yos Sudarso (persis di depan Pos Polisi Bundaran Besar), Palangka Raya. Dalam kesempatan ini admin @infoplk turut menggandeng kawan-kawan dari ICI Palangka Raya dan Emergency Response Palangka Raya untuk membagikan masker. Warga ternyata cukup antusias dengan pembagian masker ini. Dalam waktu kurang lebih 15 menit, semua masker yang ada telah habis dibagikan.

Terima kasih atas bantuan dari kawan-kawan, rekan, dan bapak-bapak kepolisian (yang turut membantu kelancaran lalu lintas). Semoga kegiatan bagi masker ini dapat bermanfaat.


Diimbau kepada kita semua untuk peduli dengan alam sekitarnya. Stop bakar hutan dan lahan! Jangan biarkan kejadian karhutla tahun 2015 terulang kembali. Karena selain menguras tenaga, waktu, dan materi, juga memberikan dampak negatif pada kesehatan dan kehidupan masyarakat serta lingkungan.

Rabu, 10 Juli 2019

Gubernur Kalimantan Tengah Periode 1984-1989 Wafat

Kami menghaturkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak KRTH Gatot Amrih, SH pada hari ini Rabu, 10 Juli 2019 di Semarang, Jawa Tengah. Semoga keluarga besar yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Bapak Gatot Amrih merupakan Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah periode 1984-1989. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini lahir di Magelang, Jawa Tengah, 19 Mei 1936 silam.

Almarhum berpulang di usia 83 tahun. Almarhum dimakamkan di Pemakaman Ngendo (Mangkunegaran), Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah.

Selamat jalan, Pak Gatot Amrih.

Minggu, 23 Juni 2019

Barito Utara Kembali Pertahankan Gelar Juara Umum FBIM 2019

Kontingen Barito Utara berhasil mempertahankan juara umum untuk kedua kalinya Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) yang merupakan rangkaian Hari Jadi ke-62 Kalimantan Tengah 2019 secara resmi telah berakhir dengan ditandai pemukulan gendang oleh Wakil Gubernur  Kalimantan Tengah, Habib Ismail bin Yahya pada acara penutupan di Bundaran Besar Palangka Raya, Sabtu malam.

Barito Utara meraih juara umum setelah mengungguli utusan 13 kabupaten dan satu kota se-Kalteng yakni 8 juara pertama pada lomba maneweng manetek kayu, lagu daerah putra, lagu daerah putri, manyipet putri, dayung putri, dayung putra, besei kambe putri, dan hambayang/bagasing.

Kemudian Juara II ada satu lomba yakni lomba balogo putra dan  Juara III (dua lomba) pada lomba tari pesisir dan besei kambe putra serta  Juara Harapan I pada dua lomba yakni lomba mangenta dan balogo putri.

Pada FBIM tahun ini Juara II diraih oleh Kontingen Kota Palangka Raya dan Juara III diraih oleh Barito Selatan.

Ketua tim kontingen H Arbaidi mengatakan bahwa Kontingen Barito Utara saat ini mampu memberikan prestasi sebagai juara umum terbaik yang kedua kalinya diajang FBIM, dimana pada 2018 lalu Barito Utara juga meraih juara umum di ajang yang sama di Kabupaten Kapuas.

"Ini semua terjadi selain kerja keras dan totalitas peserta kontingen serta adanya dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Barito Utara sehingga Barito Utara mampu mempertahankan prestasi," kata Arbaidi yang juga Kepala Dinas kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Barito Utara ini.

Bupati Barito Utara H Nadalsyah merasa bangga dan mengapresiasi atas raihan prestasi gemilang kontingen Barito Utara dalam gelaran FBIM.

Nadalsyah juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat maupun turut serta memberikan dukungan kepada kontingen Barito Utara, sehingga dapat kembali mempertahankan gelar juara umum untuk yang kedua kalinya seperti yang diharapkan oleh seluruh warga masyarakat Barito Utara.

"Ini adalah berkat kerja keras semua pihak, khusunya para kontingen  yang tekun berlatih," ungkapnya. Mempertahankan juara umum adalah sesuatu yang lebih sulit dibanding meraihnya, tantangan yang dihadapi lebih kompleks.

"Namun, dengan semangat Iya Mulik Bengkang Turan dan kerja keras serta kerja ikhlas, Alhamdulillah kita bisa mempertahankan juara umum," kata Nadalsyah.

Diharapkan, ajang FBIM sebagai wahana memperkenalkan ragam budaya masyarakat khususnya Barito Utara dan sekaligus promosi destinasi wisata dan produk ekonomi kreatif yang ada di Barito Utara. Sehingga dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun manca negara.

Selain hal tersebut, FBIM juga menjadi ajang menjalin tali silaturahmi baik antar sesama kontingen maupun antar kontingen.

"Mari bersama kita manfaatkan ajang FBIM untuk kemajuan Bumi Isen Mulang dan khususnya Bumi Iya Mulik Bengkang Turan, sehingga budaya dan tadisi kita lebih dapat dikenal secara luas," ujar  Nadalsyah.

Acara penutupan FBIM dihadiri oleh unsur FKPD Kalimantan Tengahdan juga dihadiri Sekretaris Daerah H Jainal Abidin, Wakil Ketua I DPRD Hj Mery Rukaini, dan Kepala Bapedda Litbang Muhlis.

Sumber: Antara Kalteng

Sabtu, 15 Juni 2019

Festival Budaya Isen Mulang 2019

Palangka Raya, ibu kota Kalimantan Tengah, akan mengadakan Festival Budaya Isen Mulang 2019 pada tanggal 17-22 Juni 2019. Festival tahunan ini akan menampilkan beragam budaya dari berbagai etnis di provinsi ini.

Seperti biasa, Festival Budaya Isen Mulang 2019 akan menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, permainan, dan kompetisi, serta Kontes Kecantikan Wisata Kalimantan Tengah.

Dalam bahasa lokal, "Isen Mulang" berarti "tidak pernah mundur", yang merupakan moto Palangkaraya yang menggambarkan keberanian rakyatnya. Festival itu sendiri diadakan setiap tahun untuk mempromosikan budaya provinsi yang unik dan beragam dan untuk menginspirasi seniman muda dan lokal untuk terus melestarikan warisan budaya untuk generasi berikutnya.

Pembukaan acara akan berlangsung di UPT Taman Budaya Jalan Temanggung Tilung, Palangka Raya.

Untuk memeriahkan acara, akan diadakan sejumlah kompetisi termasuk kompetisi fotografi, kompetisi perahu tradisional Jukung, festival kuliner tradisional, dan kompetisi tarian dan lagu tradisional. Akan ada juga permainan dan kompetisi tradisional yang unik, seperti Lawang Sakepeng (seni bela diri), Meneweng Manetek dan Manyila Kayu (pemotongan kayu), Karungut (lagu rakyat), Balogo (permainan anak-anak tradisional), Habayang (permainan pemintalan), Mangenta ( masakan tradisional), Besei Kambe (tarik tambang di atas kapal), dan banyak lagi. Salah satu acara yang paling menarik adalah Sepak Sawut yang merupakan pertandingan sepak bola menggunakan bola api.

Kalimantan Tengah, yang didominasi oleh suku Dayak asli, dikenal sebagai paru-paru dunia karena hutan hujan tropisnya yang luas dan subur. Rantai gunung utara, Schwaner Range, adalah rumah bagi beberapa hutan yang paling murni di seluruh pulau Kalimantan.

Sabtu, 04 Mei 2019

Wali Kota Palangka Raya Periode 1983-1988 Meninggal Dunia

Kami segenap admin dari @infoplk/Informasi Palangka Raya menghaturkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Drs. Lukas Tingkes ke rumah Tuhan Yang Maha Kuasa pada hari Jumat, 3 Mei 2019 pukul 23.30 WIB di Rumah Sakit Awal Bros Betang Pambelum, Palangka Raya. Kami mendoakan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan selalu.

Bapak Drs. Lukas Tingkes sendiri merupakan mantan Wali Kota Palangka Raya untuk periode tahun 1983-1988. Bapak Drs. Lukas Tingkes yang lahir pada 13 Mei 1941 ini menghembuskan nafas terakhirnya di usia 77 tahun.

Jenazah almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang Jl. Tjilik Riwut, Palangka Raya. Sebelum dimakamkan, almarhum disemayamkan terlebih dahulu di Aula Kantor Pemerintah Kota Palangka Raya guna diberikan penghormatan terakhir.

Selamat jalan, Bapak Lukas Tingkes.

Selasa, 09 April 2019

Bandar Udara Tjilik Riwut Diresmikan Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo, Senin (8/4/2019), meresmikan beroperasinya Bandar Udara Tjilik Riwut di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. "Kita harap bandar udara ini bisa menjadi sebuah motor pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah," ujar Jokowi seperti dikutip dari siaran pers resmi Istana. Jokowi mendapat laporan, pertumbuhan ekonomi itu salah satunya nampak pada pertumbuhan penumpang yang tinggi dan pertumbuhan permintaan kargo yang juga sangat tinggi.

Terminal baru memiliki luas 29.124 meter persegi dari yang sebelumnya hanya 5.000 meter persegi. Kini, terminal itu mampu melayani hingga 2.200 calon penumpang setiap harinya dari yang sebelumnya 600 orang. "Artinya, ini enam kali lipat dari sekarang ini. Besar sekali," ujar Jokowi.

Presiden yang didampingi oleh Ibu Negara Iriana sempat meninjau sejumlah fasilitas di bandara tersebut. Presiden cukup puas lantaran anggaran yang digelontorkan cukup besar, yakni sebesar Rp 700 miliar.

Teks: Kompas.com
Gambar: Bandar Udara Tjilik Riwut

Selasa, 02 April 2019

Terminal Baru Bandara Tjilik Riwut

Setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya pada hari Kamis tanggal 28 Maret 2019 kemarin terminal baru Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya mulai beroperasi. Berdasarkan keterangan dari otoritas resmi, untuk peresmiannya dikabarkan menyusul. Sejatinya Bandara Tjilik Riwut ini akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo. Namun berhubung beliau memiliki jadwal yang padat, untuk sementara peresmian diundur dulu hingga waktu yang akan ditentukan kemudian.

Dengan bandara yang baru, Tjilik Riwut pun menambahkan rutenya. Yang pertama adalah rute Palangka Raya-Makassar dan sebaliknya. Akan segera beroperasi mulai tanggal 15 April oleh maskapai Citilink. Yang kedua adalah dibukanya kembali rute Palangka Raya-Balikpapan (dan sebaliknya) dan Palangka Raya-Pontianak (dan sebaliknya) per tanggal 4 April. Akan dioperasikan oleh maskapai Garuda Indonesia dengan menggunakan jenis pesawat ATR 72. Semoga rute-rute baru lainnya akan segera bertambah.

Bila berbicara terminal, sudah dapat dikatakan lebih bagus dan memiliki fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan terminal lama. Di terminal baru terdiri atas 2 lantai. Toilet juga sudah ramah untuk penyandang disabilitas (kursi roda). Di dalam terdapat eksalator dan lift. Akses penumpang dari terminal ke pesawat kali ini sudah dilengkapi dengan garbarata.

Dengan luas 20.553 meter persegi, terminal baru Bandara Tjilik Riwut siap melayani penerbangan bagi warga Palangka Raya maupun kota lain di sekitarnya. Bandara Tjilik Riwut yang dikelola oleh Angkasa Pura 2 ini juga menambah panjang landasan pacu menjadi 3000 m sebagai bentuk dukungan korporasi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Foto milik: @tendi99/Instagram

Selasa, 26 Februari 2019

Gubernur Kalimantan Tengah Kedua Ir. Reinout Sylvanus Wafat

Kami segenap admin @infoplk menghaturkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak Ir. Reinout Sylvanus pada hari ini Senin, 25 Februari 2019 di RS PGI Cikini Jakarta. Semoga keluarga besar yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan dari TYME.

Bapak Ir. Reinout Sylvanus merupakan Gubernur kedua provinsi Kalimantan Tengah periode 1967-1978. Ia berasal dari Suku Dayak Ngaju-Ot Danum dan merupakan keturunan dari Damang Batu tokoh yang mempersatukan seluruh suku Dayak di Kalimantan dalam rapat besar Tumbang Anoi. Tutup usia dalam usia 90 tahun 10 bulan setelah sebelumnya dirawat akibat mengidap sakit gangguan pernafasan dan batuk berdahak di RS PGI Cikini Jakarta.

Info yang diperoleh, jenazah Bapak Ir. Reinout Sylvanus akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang Palangka Raya pada hari Rabu, 27 Februari 2019 secara militer.

Rabu, 13 Februari 2019

Pindah Memilih

Halo kawan-kawan, mungkin di antara kalian ada yang merantau ke Kota Palangka Raya dengan tujuan kuliah ataupun kerja. Dan berencana akan ikut mencoblos pada tanggal 17 April 2019 nanti. Sedangkan KTP bukan KTP Palangka Raya. Apakah bisa ikut memberikan suara/mencoblos? Ya jelas bisa dooong! Gampang banget caranya. Bisa dilihat pada gambar di atas ya. Yang pertama, pastikan dulu bahwa kalian telah terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap). Bisa dicek melalui website http://lindungihakpilihmu.kpu.go.id. Setelah itu datangi kantor KPU terdekat dengan membawa KTP elektronik. Oleh KPU nanti kalian bakal didata ke dalam DPTb atau Daftar Pemilih Tambahan. Beres deh.

Gimana? Gak repot khan? Buruan yuk. Layanan Pindah Memilih terakhir tanggal 16 Maret 2019. Masih sempat kok

Selasa, 05 Februari 2019

Fenomena Awan Squall Line di Langit Palangka Raya

Fenomena Awan Squall Line yang terlihat sore tadi (Selasa, 05/02) di wilayah Kota Palangka Raya membuat warga merasa heran bercampur takjub. Awan pekat berwarna hitam tampak terlihat bergulung-gulung di atas langit. BMKG Kalimantan Tengah menyebutkan bahwa kejadian ini disebut sebagai Awan Squall Line. Squall Line sendiri adalah garis badai yang dapat membentuk bersama atau menjelang hujan lebat. Secara umum memang tidak berbahaya. Namun patut diwaspadai karena setelah penampakan Squall Line biasanya akan diikuti dengan angin deras dan hujan yang lebat.

Perlu diketahui bahwa sejak awal bulan Februari intensitas hujan di Kota Palangka Raya sudah cukup tinggi. Patut diwajari karena memang wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan sejak November lalu.

Credit photo: Damar Angga Saputra

Kamis, 31 Januari 2019

Kanal Resmi Aspirasi & Pengaduan

Apakah warga Kota Palangka Raya memiliki keluhan, uneg-uneg atau aspirasi yang ingin disampaikan ke Pemerintah Kota Palangka Raya? Misalnya seputar jalan rusak, drainase buntu, sampah berserakan, dll? Silakan sampaikan melalui kanal resmi, yaitu yang pertama melalui pesan SMS ke nomor 1708 dengan format: PALANGKARAYA (spasi) ISI LAPORAN. Sedangkan cara yang kedua bisa melalui website www.lapor.go.id (sertakan dengan foto tempat/kejadian). Untuk website diharuskan mendaftar terlebih dahulu (nanti diminta memasukkan nomor KTP).

Demikian, semoga bermanfaat bagi kemajuan Kota Palangka Raya yang tercinta.

Rabu, 02 Januari 2019

Selamat Tahun Baru 2019

Kami segenap admin @infoplk mengucapkan Selamat Tahun Baru 2019 kepada kawan-kawan semua. Semoga di tahun yang baru ini kita semua diberi kesehatan, kebahagiaan, kesuksesan, pekerjaan yang bagus, dan rezeki yang berlimpah. Terima kasih atas kepercayaannya selama beberapa tahun ini kepada kita. Dukung kami terus agar kami senantiasa mengabarkan informasi yang informatif, faktual, dan edukatif.

Gambar di samping adalah sebuah foto yang diambil melalui udara saat detik-detik pergantian tahun baru yang diadakan di kawasan Bundaran Besar, Palangka Raya. Foto diambil dan dimiliki oleh Markurius Sera.