Selasa, 06 November 2018

Gerakan Admin Medsos Kalimantan Tengah Serahkan Donasi

Kamis, 1 November 2018, Gerakan Admin Medsos Kalimantan Tengah memberikan bantuan uang tunai kepada korban gempa dan tsunami yang ada di Sulawesi Tengah. Donasi berjumlah 17 juta lebih tersebut diserahkan melalui Palang Merah Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili oleh salah seorang pengurusnya, Rahmat Hidayat.

Melalui kesempatan ini kami dari Gerakan Admin Medsos Kalimantan Tengah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang telah menyalurkan donasinya kepada kami. Semoga donasi ini dapat membantu saudara-saudara kita di sana.

Terima kasih kepada rekan-rekan admin akun medsos se-Kalimantan Tengah yang sudi meluangkan waktunya demi penggalangan donasi ini. Semoga rasa persaudaraan dan persatuan kita tak berhenti hanya sampai di sini saja.

Adapun akun-akun medsos yang terlibat dalam gerakan ini, yaitu:

@diskominfokalteng @infokalteng @infoplk @seputaranplk @sukamara_kite @dagelan.kalteng @infopbun @komunitaspalangkaraya @ngaju_isut @palangkarayawisatakomunitas @galerilamandau @info_kapuas @wonderful_seruyan @sampitinfo @fotokalteng @seputarmuarateweh @aslipurukcahu @klik.kalteng @info_bartim @infomtw

Demikian. Salam kemanusiaan.

Disadur dari: https://gerakanadminmedsoskalteng.blogspot.com/2018/11/penyerahan-donasi-ke-pmi-provinsi.html

Senin, 22 Oktober 2018

Logo Baru @infoplk

Selamat siang. Izinkan kami untuk memperkenalkan logo baru @infoplk (Twitter, Instagram, dan Facebook) yang dipublikasikan mulai hari ini, Senin, 22 Oktober 2018. Secara garis besar logo baru ini masih memakai burung tingang (hewan khas Pulau Kalimantan) sebagai konsep dasar logo. Burung tingangnya dipoles lebih simpel dan luwes sehingga terlihat kekinian.

Sedangkan huruf "i" yang ada pada logo merupakan simbol dari kata "informasi". Demikian perkenalan logo baru kami ini. Terima kasih banyak diucapkan kepada kawan-kawan semua atas kepercayaan dan dukungannya selama ini.

Salam.

Selasa, 02 Oktober 2018

Perda Sampah Mulai Ditegakkan

Peraturan Daerah (Perda) Sampah Nomor 1 tahun 2017 mulai hari Senin (1/10) kemarin ditegakkan. Masyarakat Kota Palangka Raya harus menaati perda tersebut, sehingga jika ada yang melanggar akan dikenakan sanksi tegas hingga denda Rp 1 Juta. Penerapan perda sendiri dipastikan sudah siap dilaksanakan oleh instansi terkait.

Plt Kepala Disperkim Kota Palangka Raya Imbang Triatmaji mengatakan, pihaknya siap menjalankan perda tersebut. Selain beberapa perapian dan mekanisme, anggaran untuk pelaksanaan tersebut sudah dipersiapkan hingga akhir tahun 2018.

“Semuanya siap, baik prosedur dan mekanisme. Tim penjaga di lapangan sampai sanksi yang diberikan untuk pelanggar juga telah dipersiapkan. Selain itu, Rp 300 Juta sudah dipersiapkan hingga akhir tahun 2018, demi berjalannya perda ini,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (30/9).

Dia menjelaskan, tim penegak perda dalam penerapannya akan langsung melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Tempat Penampungan Sementara (TPS). Tim juga nantinya akan terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Pengadilan, Kejaksaan dan tim dari Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Disperkim.

"Penerapannya, tim akan tersebar secara acak di lima titik TPS di Kota Palangka Raya untuk melakukan pengawasan dan penindakan. Dalam SOP semua petugas akan mulai melakukan pengawasan sejak pukul 07.30 WIB, karena jam membuang sampah sudah ditetapkan dari pukul 16.00 - 07.00 WIB," ucapnya.

Masyarakat yang kedapatan membuang sampah di luar jam yang ditentukan langsung diamankan. Setelah itu dilakukan sidang, baik sidang di tempat ataupun sidang di kelurahan, tergantung kesepakatan tim.

“Dalam seminggu kami hanya melaksanakan pengawasan selama dua hari dengan lima titik setiap harinya. Tetapi semuanya acak (random) baik harinya maupun titik tim melakukan penjagaan,” ujarnya.

Menurutnya, semua ini dilakukan untuk memberikan peringatan terhadap masyarakat. Terutama dalam menanamkan rasa pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Dan menunjukkan aturan bukan hanya sebagai macan kertas.

“Ini hanya edukasi, untuk mengubah perilaku manusia untuk sehat dan tertib dalam membuang sampah. Jika memang masyarakat sudah mulai sadar kami akan mengurangi intensitasnya, jadi tidak selamanya,” pungkasnya.

Sumber: http://kalteng.prokal.co

Senin, 01 Oktober 2018

5 Tips Menjaga Kesehatan Saat Udara Penuh Kabut Asap

Kota Palangka Raya belakangan ini mulai diserang kabut asap. Walaupun tidak seberapa tebal, namun lumayan mengganggu aktivitas. Terlebih lagi baunya yang menyengat itu. Berikut kami berikan 5 tips menjaga kesehatan saat udara penuh kabut asap.

1) Perbanyak minum air putih. Air dapat melunturkan partikel-partikel buruk/jahat yang dibawa oleh asap. Di saat kepungan asap, minum air putih banyak berguna sebagai detoksifikasi alami dari tubuh.
2) Perbanyak makanan bergizi. Memakan makanan bergizi sudah tentu bagus buat kekebalan tubuh di tengah kualitas udara yang tidak sehat. Konsumsilah makanan yang mengandung antioksidan seperti vitamin C, vitamin E dan Omega-3.
3) Gunakan masker. Udara yang penuh asap tebal sama dgn kualitas udara yang buruk. Karena itu sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan. Kalau memang tak bisa ditinggalkan, gunakanlah masker tiap kali berada di tempat terbuka. Supaya lebih steril, gunakan masker baru tiap bepergian.
4) Menutup jendela & pintu. Tutuplah jendela & pintu rapat-rapat. Tak peduli seberapa gerah dan pengabnya, langkah ini lebih baik ketimbang terpapar oleh partikel jahat yang ada di udara bebas. Bila memiliki AC, nyalakan saja. Biasanya AC memiliki filter untuk menyaring udara kotor.
5) Cuci tangan & wajah. Cucilah tangan & wajah setelah beraktivitas di luar. Bila hendak hasil yang maksimal, langsung mandi saja sekalian. Dengan mandi tubuh kita akan bersih dari paparan partikel jahat yang ada pada asap.

Demikian. Stay healthy, kawan! 

Senin, 27 Agustus 2018

Hutan Gambut

Hutan gambut merupakan habitat untuk berbagai macam flora dan fauna, contohnya seperti orangutan. Adanya penebangan liar dan pengolahan lahan gambut yang salah dapat mengakibatkan rusak dan hilangnya tempat tinggal dan sumber makanan bagi orangutan sehingga mengancam kelangsungan hidupnya.

Mari kita sebarkan pesan akan pentingnya menjaga alam gambut bukan hanya bagi orangutan, tetapi juga untuk spesies-spesies lainnya dan manusia.

Bagaimana perasaanmu mengetahui banyak keluarga orangutan yang harus tersakiti dan terpisah karena ulah kita?