Dikarenakan udara Kota Palangka Raya yang semakin tidak kondusif (terlihat kabut asap tipis dan bau yang menyengat), sore tadi (Kamis, 18/7/2019) sekitar pukul 16.15 WIB, admin @infoplk, yakni Anthony Sinaga, mengadakan giat membagikan 800 buah masker N95 gratis kepada warga Kota
Palangka Raya yang melintasi Jalan Yos Sudarso (persis di depan Pos
Polisi Bundaran Besar), Palangka Raya. Dalam kesempatan ini admin @infoplk turut menggandeng kawan-kawan dari ICI Palangka Raya dan Emergency Response Palangka Raya untuk membagikan masker. Warga ternyata cukup antusias dengan pembagian masker ini. Dalam waktu kurang lebih 15 menit, semua masker yang ada telah habis dibagikan.
Terima kasih atas bantuan dari kawan-kawan, rekan, dan bapak-bapak kepolisian (yang turut membantu kelancaran lalu lintas). Semoga kegiatan bagi masker ini dapat bermanfaat.
Diimbau kepada kita semua untuk peduli dengan alam sekitarnya. Stop bakar hutan dan lahan! Jangan biarkan kejadian
karhutla tahun 2015 terulang kembali. Karena selain menguras tenaga,
waktu, dan materi, juga memberikan dampak negatif pada kesehatan dan
kehidupan masyarakat serta lingkungan.
Kamis, 18 Juli 2019
Rabu, 10 Juli 2019
Gubernur Kalimantan Tengah Periode 1984-1989 Wafat
Kami menghaturkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya
Bapak KRTH Gatot Amrih, SH pada hari ini Rabu, 10 Juli 2019 di
Semarang, Jawa Tengah. Semoga keluarga besar yang ditinggalkan diberi
kesabaran dan ketabahan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Bapak Gatot Amrih merupakan Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah periode 1984-1989. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini lahir di Magelang, Jawa Tengah, 19 Mei 1936 silam.
Almarhum berpulang di usia 83 tahun. Almarhum dimakamkan di Pemakaman Ngendo (Mangkunegaran), Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah.
Selamat jalan, Pak Gatot Amrih.
Bapak Gatot Amrih merupakan Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah periode 1984-1989. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini lahir di Magelang, Jawa Tengah, 19 Mei 1936 silam.
Almarhum berpulang di usia 83 tahun. Almarhum dimakamkan di Pemakaman Ngendo (Mangkunegaran), Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah.
Selamat jalan, Pak Gatot Amrih.
Minggu, 23 Juni 2019
Barito Utara Kembali Pertahankan Gelar Juara Umum FBIM 2019
Kontingen Barito Utara berhasil mempertahankan juara umum untuk kedua
kalinya Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) yang merupakan rangkaian Hari
Jadi ke-62 Kalimantan Tengah 2019 secara resmi telah berakhir dengan
ditandai pemukulan gendang oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Habib
Ismail bin Yahya pada acara penutupan di Bundaran Besar Palangka Raya,
Sabtu malam.
Barito Utara meraih juara umum setelah mengungguli utusan 13 kabupaten dan satu kota se-Kalteng yakni 8 juara pertama pada lomba maneweng manetek kayu, lagu daerah putra, lagu daerah putri, manyipet putri, dayung putri, dayung putra, besei kambe putri, dan hambayang/bagasing.
Kemudian Juara II ada satu lomba yakni lomba balogo putra dan Juara III (dua lomba) pada lomba tari pesisir dan besei kambe putra serta Juara Harapan I pada dua lomba yakni lomba mangenta dan balogo putri.
Pada FBIM tahun ini Juara II diraih oleh Kontingen Kota Palangka Raya dan Juara III diraih oleh Barito Selatan.
Ketua tim kontingen H Arbaidi mengatakan bahwa Kontingen Barito Utara saat ini mampu memberikan prestasi sebagai juara umum terbaik yang kedua kalinya diajang FBIM, dimana pada 2018 lalu Barito Utara juga meraih juara umum di ajang yang sama di Kabupaten Kapuas.
"Ini semua terjadi selain kerja keras dan totalitas peserta kontingen serta adanya dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Barito Utara sehingga Barito Utara mampu mempertahankan prestasi," kata Arbaidi yang juga Kepala Dinas kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Barito Utara ini.
Bupati Barito Utara H Nadalsyah merasa bangga dan mengapresiasi atas raihan prestasi gemilang kontingen Barito Utara dalam gelaran FBIM.
Nadalsyah juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat maupun turut serta memberikan dukungan kepada kontingen Barito Utara, sehingga dapat kembali mempertahankan gelar juara umum untuk yang kedua kalinya seperti yang diharapkan oleh seluruh warga masyarakat Barito Utara.
"Ini adalah berkat kerja keras semua pihak, khusunya para kontingen yang tekun berlatih," ungkapnya. Mempertahankan juara umum adalah sesuatu yang lebih sulit dibanding meraihnya, tantangan yang dihadapi lebih kompleks.
"Namun, dengan semangat Iya Mulik Bengkang Turan dan kerja keras serta kerja ikhlas, Alhamdulillah kita bisa mempertahankan juara umum," kata Nadalsyah.
Diharapkan, ajang FBIM sebagai wahana memperkenalkan ragam budaya masyarakat khususnya Barito Utara dan sekaligus promosi destinasi wisata dan produk ekonomi kreatif yang ada di Barito Utara. Sehingga dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun manca negara.
Selain hal tersebut, FBIM juga menjadi ajang menjalin tali silaturahmi baik antar sesama kontingen maupun antar kontingen.
"Mari bersama kita manfaatkan ajang FBIM untuk kemajuan Bumi Isen Mulang dan khususnya Bumi Iya Mulik Bengkang Turan, sehingga budaya dan tadisi kita lebih dapat dikenal secara luas," ujar Nadalsyah.
Acara penutupan FBIM dihadiri oleh unsur FKPD Kalimantan Tengahdan juga dihadiri Sekretaris Daerah H Jainal Abidin, Wakil Ketua I DPRD Hj Mery Rukaini, dan Kepala Bapedda Litbang Muhlis.
Sumber: Antara Kalteng
Barito Utara meraih juara umum setelah mengungguli utusan 13 kabupaten dan satu kota se-Kalteng yakni 8 juara pertama pada lomba maneweng manetek kayu, lagu daerah putra, lagu daerah putri, manyipet putri, dayung putri, dayung putra, besei kambe putri, dan hambayang/bagasing.
Kemudian Juara II ada satu lomba yakni lomba balogo putra dan Juara III (dua lomba) pada lomba tari pesisir dan besei kambe putra serta Juara Harapan I pada dua lomba yakni lomba mangenta dan balogo putri.
Pada FBIM tahun ini Juara II diraih oleh Kontingen Kota Palangka Raya dan Juara III diraih oleh Barito Selatan.
Ketua tim kontingen H Arbaidi mengatakan bahwa Kontingen Barito Utara saat ini mampu memberikan prestasi sebagai juara umum terbaik yang kedua kalinya diajang FBIM, dimana pada 2018 lalu Barito Utara juga meraih juara umum di ajang yang sama di Kabupaten Kapuas.
"Ini semua terjadi selain kerja keras dan totalitas peserta kontingen serta adanya dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Barito Utara sehingga Barito Utara mampu mempertahankan prestasi," kata Arbaidi yang juga Kepala Dinas kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Barito Utara ini.
Bupati Barito Utara H Nadalsyah merasa bangga dan mengapresiasi atas raihan prestasi gemilang kontingen Barito Utara dalam gelaran FBIM.
Nadalsyah juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat maupun turut serta memberikan dukungan kepada kontingen Barito Utara, sehingga dapat kembali mempertahankan gelar juara umum untuk yang kedua kalinya seperti yang diharapkan oleh seluruh warga masyarakat Barito Utara.
"Ini adalah berkat kerja keras semua pihak, khusunya para kontingen yang tekun berlatih," ungkapnya. Mempertahankan juara umum adalah sesuatu yang lebih sulit dibanding meraihnya, tantangan yang dihadapi lebih kompleks.
"Namun, dengan semangat Iya Mulik Bengkang Turan dan kerja keras serta kerja ikhlas, Alhamdulillah kita bisa mempertahankan juara umum," kata Nadalsyah.
Diharapkan, ajang FBIM sebagai wahana memperkenalkan ragam budaya masyarakat khususnya Barito Utara dan sekaligus promosi destinasi wisata dan produk ekonomi kreatif yang ada di Barito Utara. Sehingga dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun manca negara.
Selain hal tersebut, FBIM juga menjadi ajang menjalin tali silaturahmi baik antar sesama kontingen maupun antar kontingen.
"Mari bersama kita manfaatkan ajang FBIM untuk kemajuan Bumi Isen Mulang dan khususnya Bumi Iya Mulik Bengkang Turan, sehingga budaya dan tadisi kita lebih dapat dikenal secara luas," ujar Nadalsyah.
Acara penutupan FBIM dihadiri oleh unsur FKPD Kalimantan Tengahdan juga dihadiri Sekretaris Daerah H Jainal Abidin, Wakil Ketua I DPRD Hj Mery Rukaini, dan Kepala Bapedda Litbang Muhlis.
Sumber: Antara Kalteng
Sabtu, 15 Juni 2019
Festival Budaya Isen Mulang 2019
Palangka Raya, ibu kota Kalimantan Tengah, akan mengadakan Festival
Budaya Isen Mulang 2019 pada tanggal 17-22 Juni 2019. Festival tahunan
ini akan menampilkan beragam budaya dari berbagai etnis di provinsi ini.
Seperti biasa, Festival Budaya Isen Mulang 2019 akan menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, permainan, dan kompetisi, serta Kontes Kecantikan Wisata Kalimantan Tengah.
Dalam bahasa lokal, "Isen Mulang" berarti "tidak pernah mundur", yang merupakan moto Palangkaraya yang menggambarkan keberanian rakyatnya. Festival itu sendiri diadakan setiap tahun untuk mempromosikan budaya provinsi yang unik dan beragam dan untuk menginspirasi seniman muda dan lokal untuk terus melestarikan warisan budaya untuk generasi berikutnya.
Pembukaan acara akan berlangsung di UPT Taman Budaya Jalan Temanggung Tilung, Palangka Raya.
Untuk memeriahkan acara, akan diadakan sejumlah kompetisi termasuk kompetisi fotografi, kompetisi perahu tradisional Jukung, festival kuliner tradisional, dan kompetisi tarian dan lagu tradisional. Akan ada juga permainan dan kompetisi tradisional yang unik, seperti Lawang Sakepeng (seni bela diri), Meneweng Manetek dan Manyila Kayu (pemotongan kayu), Karungut (lagu rakyat), Balogo (permainan anak-anak tradisional), Habayang (permainan pemintalan), Mangenta ( masakan tradisional), Besei Kambe (tarik tambang di atas kapal), dan banyak lagi. Salah satu acara yang paling menarik adalah Sepak Sawut yang merupakan pertandingan sepak bola menggunakan bola api.
Kalimantan Tengah, yang didominasi oleh suku Dayak asli, dikenal sebagai paru-paru dunia karena hutan hujan tropisnya yang luas dan subur. Rantai gunung utara, Schwaner Range, adalah rumah bagi beberapa hutan yang paling murni di seluruh pulau Kalimantan.
Seperti biasa, Festival Budaya Isen Mulang 2019 akan menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, permainan, dan kompetisi, serta Kontes Kecantikan Wisata Kalimantan Tengah.
Dalam bahasa lokal, "Isen Mulang" berarti "tidak pernah mundur", yang merupakan moto Palangkaraya yang menggambarkan keberanian rakyatnya. Festival itu sendiri diadakan setiap tahun untuk mempromosikan budaya provinsi yang unik dan beragam dan untuk menginspirasi seniman muda dan lokal untuk terus melestarikan warisan budaya untuk generasi berikutnya.
Pembukaan acara akan berlangsung di UPT Taman Budaya Jalan Temanggung Tilung, Palangka Raya.
Untuk memeriahkan acara, akan diadakan sejumlah kompetisi termasuk kompetisi fotografi, kompetisi perahu tradisional Jukung, festival kuliner tradisional, dan kompetisi tarian dan lagu tradisional. Akan ada juga permainan dan kompetisi tradisional yang unik, seperti Lawang Sakepeng (seni bela diri), Meneweng Manetek dan Manyila Kayu (pemotongan kayu), Karungut (lagu rakyat), Balogo (permainan anak-anak tradisional), Habayang (permainan pemintalan), Mangenta ( masakan tradisional), Besei Kambe (tarik tambang di atas kapal), dan banyak lagi. Salah satu acara yang paling menarik adalah Sepak Sawut yang merupakan pertandingan sepak bola menggunakan bola api.
Kalimantan Tengah, yang didominasi oleh suku Dayak asli, dikenal sebagai paru-paru dunia karena hutan hujan tropisnya yang luas dan subur. Rantai gunung utara, Schwaner Range, adalah rumah bagi beberapa hutan yang paling murni di seluruh pulau Kalimantan.
Sabtu, 04 Mei 2019
Wali Kota Palangka Raya Periode 1983-1988 Meninggal Dunia
Kami segenap admin dari @infoplk/Informasi Palangka Raya menghaturkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Drs. Lukas Tingkes ke rumah Tuhan Yang Maha Kuasa pada hari Jumat, 3 Mei 2019 pukul 23.30 WIB di Rumah Sakit Awal Bros Betang Pambelum, Palangka Raya. Kami mendoakan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan selalu.
Bapak Drs. Lukas Tingkes sendiri merupakan mantan Wali Kota Palangka Raya untuk periode tahun 1983-1988. Bapak Drs. Lukas Tingkes yang lahir pada 13 Mei 1941 ini menghembuskan nafas terakhirnya di usia 77 tahun.
Jenazah almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang Jl. Tjilik Riwut, Palangka Raya. Sebelum dimakamkan, almarhum disemayamkan terlebih dahulu di Aula Kantor Pemerintah Kota Palangka Raya guna diberikan penghormatan terakhir.
Selamat jalan, Bapak Lukas Tingkes.
Bapak Drs. Lukas Tingkes sendiri merupakan mantan Wali Kota Palangka Raya untuk periode tahun 1983-1988. Bapak Drs. Lukas Tingkes yang lahir pada 13 Mei 1941 ini menghembuskan nafas terakhirnya di usia 77 tahun.
Jenazah almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang Jl. Tjilik Riwut, Palangka Raya. Sebelum dimakamkan, almarhum disemayamkan terlebih dahulu di Aula Kantor Pemerintah Kota Palangka Raya guna diberikan penghormatan terakhir.
Selamat jalan, Bapak Lukas Tingkes.
Langganan:
Postingan (Atom)