Sabtu, 07 April 2018

Tips Cara Mengetahui Berita Hoax

Berikut tips cara mengetahui berita hoax sebagaimana yang kami sadur dari sebuah tulisan di website Rappler.

Selalu berpikir skeptis terhadap judul berita. Hoax sering kali menggunakan kata-kata yang catchy, bahkan berirama dengan huruf kapital dan tanda seru (!). Jika klaim mengejutkan ditaruh di judul bahkan terkesan tidak terpercaya, maka kemungkinan besar berita tersebut hoax.

Amati tautan. Sebuah tautan yang memiliki nama menyerupai sumber-sumber berita populer merupakan sebuah pertanda bahwa hal itu hoax. Banyak situs berita bohong yang menyerupai sumber-sumber asli dengan mengubah sedikit tautan mereka. Anda dapat membandingkan mereka dengan situs yang ditirunya.

Telusuri lebih dalam sumber berita. Pastikan berita yang Anda baca berasal dari sumber terpercaya, jika situs tersebut kurang familiar, coba cek bagian profil dari situs tersebut dan telusuri lebih dalam.

Format yang aneh. Berbagai situs berita bohong memiliki salah pengetikan atau desain laman yang aneh. Baca secara seksama jika kalian ingin melihat tanda-tanda ini.

Pertimbangkan fotonya. Berita bohong sering kali menggunakan foto atau video yang telah dimanipulasi. Terkadang, foto yang mereka gunakan asli, tapi keluar dari konteks. Kalian bisa menelusuri foto atau gambar tersebut untuk mengetahui kebenarannya.

Perhatikan tanggal. Berita bohong terkadang memberikan hal yang tidak masuk akal atau mengubah tanggal informasi mereka.

Memeriksa bukti. Lihatlah kolom penulis untuk memastikan akurasi mereka. Identitas samaran bahkan tanpa nama merupakan indikasi berita bohong.

Lihatlah laporan lain. Jika tidak ada situs berita lain yang melaporkan hal sama, itu bisa jadi sebuah kebohongan. Tetapi, jika berita serupa dilaporkan oleh beberapa media outlet yang kalian percaya, maka kemungkinan besar berita tersebut benar.

Apakah berita itu lelucon? Terkadang berita bohong sangat sulit untuk dibedakan dengan humor atau satir. Periksalah apa sumber yang kalian baca diketahui sebagai situs parodi, dan bagaimana nada pemberitaan yang mereka berikan. Mungkin semua hanyalah lelucon.

Beberapa berita sengaja dibuat untuk menipu. Cobalah kritis tentang apa yang kalian baca dan hanya bagikan berita-berita yang kalian tahu bisa dipercaya.

Sabtu, 31 Maret 2018

(Video Clip) Cannabinoid - Palangka Rayaku

Cannabinoid adalah salah satu band lokal Kota Palangka Raya yang gaungnya tak perlu diragukan lagi. Band yang beraliran reggae ini terbentuk sejak tangal 31 Desember 2011 lalu. Cannabinoid kerap kali tampil di berbagai acara maupun festival musik, baik itu di dalam kota maupun ke luar kota. Cannabinoid terdiri atas 6 orang personil. Mereka adalah Indra (bass), Ade (gitar), Rafi (gitar) Anggi (vocal), Hanif (drum) dan Ipur (perkusi).

Band yang dikomandoi oleh Ipur ini telah memiliki beberapa buah karya. Salah satunya yang cukup dikenal oleh kalangan masyarakat Palangka Raya, terlebih Cannabis (sebutan untuk fans Cannabinoid) adalah sebuah lagu bertajuk "Palangka Rayaku". Lagu ini cukup unik karena menggabungkan alunan reggae dengan musik etnik Dayak Kalimantan Tengah. Sehingga menghasilkan irama yang dijamin beda dan terdengar baru.

Video "Palangka Rayaku" bisa ditonton di bawah ini:


 Mari dukung terus musisi lokal Palangka Raya!

Kamis, 22 Maret 2018

Pahaga Himba

Tanggal 7 Maret 2018 kemarin, Trvekvli x JeLoDee, duo hip-hop/rapper lokal asal Kota Palangka Raya merilis sebuah debut mini album kolaborasi yang diberi tajuk Pahaga Himba. Pahaga Himba sendiri sejatinya merupakan bahasa Dayak Ngaju yang memiliki arti Penjaga Hutan Dalam. Nama ini dipilih dengan tujuan mampu menggambarkan apa yang sedang disuarakan Trvekvli dan Jelodee. Dengan bahasa yang lugas dan tajam serta diiringi dengan alunan musik terkini yang dibalut nuasa etnic Dayak, mereka mencoba menyuarakan kejadian yang terjadi di Palangka Raya, seperti ketimpangan sosial daerah dengan ibu kota, kemarahan pada penjarahan hutan Borneo, kritik terhadap hoax, hate speech dan problematika di sosial media.

Mini album ini total berisikan 5 buah lagu. Track pertama diisi dengan tembang berjudul Percuma Kita Bukan Jakarta (04:02). Sebuah track pembuka dengan intro serta komposisi musik yang secara keseluruhan manis sekali. Vitra, sang frontman dari Kelinci Pohon, turut memberikan sentuhan vokalnya di bagian reff pada lagu ini. Ini adalah track favorit saya.

Selanjutnya ada Menentang Sabda (03:27). Diawali dengan orasi yang lantang, lagu ini terasa begitu kental dengan ungkapan dan sindiran pada hal yang sifatnya anti perbedaan dan keberagaman. Basingi (04:04) yang menghadirkan Herman (musisi lokal yang penuh bakat), menjadi lagu ketiga dalam mini album ini. Basingi adalah bahasa Dayak Ngaju yang berarti marah. Lagunya sendiri cukup catchy dengan perpaduan musik etnik, piano dan ornamen musik lainnya yang membuat lagu ini terasa "grande".

Lagu berikutnya yaitu Fobia (03:14), tembang dengan durasi terpendek. Vitra kembali mengisi di lagu ini. Tidak hanya Vitra, tetapi juga ditemani oleh Tere. Sesuai judulnya, lagu ini menceritakan serta menggambarkan situasi yang mengagungkan persatuan (demi kepentingan) namun pada kenyataannya justru fobia perbedaan. Dan Orator (04:36), yang kembali menampilkan Herman, menjadi track penutup mini album ini. Isinya penuh dengan kritik sosial yang sedang marak akhir-akhir ini. It's a very tough song!

Secara keseluruhan, Pahaga Himba bagi saya adalah sebuah debut mini album yang begitu solid dan kuat. Segala pandangan dan unek-unek dari Trvekvli x JeLoDee yang selama ini (mungkin) tertahan, berhasil dimuntahkan melalui rilisan karya ini. Apa yang telah disuarakan oleh mereka layak menjadi perenungan kita bersama.

Maju terus musisi lokal Palangka Raya!

Pahaga Himba dapat disimak dan diunduh di: www.ripstore.asia/pahagahimba

Reviewed by: Anthony Sinaga

Kamis, 15 Maret 2018

Lima Potensi Taman Nasional Sebangau

Bicara tentang habitat orangutan Borneo, kebanyakan pasti berpikir tentang Taman Nasional Tanjung Puting. Pusat konservasi itu telah ditetapkan sebagai suaka margasatwa sejak 1937 oleh pemerintah Hindia Belanda. Namun, Kalimantan Tengah juga punya ekosistem lain yang dihuni ribuan orangutan, yakni Taman Nasional Sebangau.

Taman Nasional Sebangau adalah kawasan pelestarian gambut terbesar di Indonesia. Ia ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai taman nasional pada 2004. Meski tak jauh dari Kota Palangka Raya, kawasan konservasi itu berhasil menjaga habitat flora dan fauna yang tinggal di dalamnya.

Banyak yang bisa dilakukan pengunjung di Taman Nasional Sebangu tanpa merusak ekosistem. Mulai dari menyusuri Sungai Koran dengan perahu kano, treking di antara lahan gambut, dan melihat kekayaan hayati yang dimilikinya. Flora dan fauna apa saja yang bisa kita lihat di Taman Nasional Sebangau? Yuk, simak dalam infografik di samping (klik untuk memperbesar).

Sumber: Kumparan

Minggu, 11 Februari 2018

Relawan Urun Daya

Buat kawan-kawan yang ada di Kota Palangka Raya dan sekitarnya, Pulse Lab Jakarta sedang mencari 250 orang relawan proyek urun daya foto untuk membantu riset tentang kabut asap. Tugas relawan ini nantinya adalah mengambil foto situasi dari lokasi yang terkena kabut asap dalam kurun waktu Maret-Agustus 2018.

Bagi yang berminat, silakan mendaftarkan diri dengan cara mengisi form yang terdapat pada tautan ini: bit.ly/relawanurundaya. Pendaftaran ditutup pada tanggal 31 Maret 2018.

Demikian informasi yang bisa disampaikan. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.